Ada nya penggalian tanah merah di Kp. Pabuaran Ater, Desa Gorowong, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor. Di duga galian tanah tersebut adalah galian ilegal atau tida berizin, Dari informasi yang diperoleh di lapangan, bahwa tanah yang digali tersebut untuk pembuatan keramik yang lokasi nya berada di Desa Gorowong.

Lahan galian tersebut adalah milik H. Upang, ketika di konfirmasi ke lokasi, kebetulan H. Upang sedang tidak berada di lokasi dan menurut keterangan bahwa sang pemilik sedang sakit.

Sekitar dua hari yang lalu galian tersebut sempat tidak beraktifitas karena ada beberapa anggota polisi yang datang ke lokasi penggalian,” ungkap seorang salah satu warga setempat yang mengaku bernama Iwan, Kamis (16/08).

“Penggalian tidak beraktifitas lagi jika siang hari, paling malam hari karena sempat datang polisi ke penggalian H. Upang, tapi sekarang memang mulai menambang lagi di siang hari, yang mengelola biasanya anaknya H. Upang, ” jelas Iwan.

“Sejak ada pengerukan tanah merah, akses jalan menjadi kotor karena banyak tanah yang berceceran terbawa truk pengangkut selain itu juga jalanan di lingkungan kami ini kan sempit, sementara tiap hari bisa puluhan truk hilir mudik mengangkut tanah merah. Selain mengganggu, tanah yang tercecer membuat jalanan berdebu ketika hari panas dan licin berlumpur ketika hujan, sehingga rawan kecelakaan penduduk setempat,” papar Iwan.

Dari aktivitas penggalian tersebut, warga mendesak aparat Kecamatan agar segera mengambil tindakan tegas menutup galian tanah merah tersebut karena khawatir jika terus dibiarkan bisa mengakibatkan tanah yang dikeruk tidak akan direklamasi dan akan ditinggalkan begitu saja.

”Mereka yang untung, tapi kami yang terkena dampak kerugian lingkungannya,” tutup Iwan kepada awak mesia kamis (16/08/2018)(AB).

(Jajang/Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish