Ketua PMPTA Ajak Warga Bogor Menjaga Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia

Meteorpublik, Dewasa ini, masyarakat Indonesia seringkali diadu domba dengan narasi-narasi perpecahan kerukunan antara golongan, suku, maupun umat beragama. Meskipun Indonesia sudah merdeka selama 74 tahun dan memiliki lebih dari 200 juta penduduk dari berbaga suku serta budaya yang berbeda, namun saat ini banyak oknum masyarakat yang mengatas namakan suatu golongan atau kelompok tertentu yang selalu mempersoalkan latar belakang dan identitas masyarakat Indonesia.

Pancasila sebagai landasan ideologi pemersatu bangsa seringkali dibenturkan dengan ambisi-ambisi golongongan tertentu untuk kepentingan pribadinya. Kondisi tersebut terpampang nyata dari banyaknya ormas, LSM, maupun tokoh-tokoh konservatif yang berusaha mengganti Ideologi Pancasila dan memaksakan penerapan aturan yang hanya berlaku pada kelompok atau golongannya, untuk kemudian diterapkan menjadi aturan baku nasional yang harus dipatuhi seluruh masyarakat Indonesia.

Dalam hal ini, peranan pendidikan nasionalisme perlu ditanamkan kepada seluruh rakyat Indonesia, mulai dari level bawah hingga level tertinggi strata sosial masyarakat Indonesia. Pada level pendidikan memiliki peranan terbesar untuk menumbuhkan dan membangkitkan semangat nasionalisme dan Pancasila secara utuh, jelas dan nyata. Sehingga dalam perkembangannya dapat mengerti dan memahami makna dari NKRI yang sesungguhnya dan nantinya rakyat Indonesia akan memiliki jiwa nasionalisme yang dapat membentengi atau memerangai apapun yang akan merusak dan menghancurkan kesatuan NKRI. Tidak hanya soal materi saja yang harus diajarkan kepada para generasi penerus, melainkan keseluruhan nasionalisme. Paham-paham yang tidak sesuai dan bertujuan untuk meruntuhkan NKRI juga harus diperkenalkan, sehingga dapat mengetahui mana yang benar dan mana yang salah.

Seperti yang telah digembor-gemborkan oleh para nasionalis bangsa, bahwa “NKRI merupakan harga mati”. Maksud dan tujuannya yaitu supaya seluruh masyarakat Bangsa Indonesia harus bahu-membahu saling membantu satu sama lain untuk ikut serta menjaga keutuhan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jika dalam perjalanannya terdapat beberapa kelompok yang ingin menghancurkan kesatuan NKRI, maka kita sebagai pemuda ataupun masyarakat umumnya harus dapat memerangi kelompok tersebut. Karena jika kita tidak memranginya maka kemungkinan akan banyak terjadi permusuhan dan bisa akan terjadi keretakan terhadap kesatuan NKRI. Mari kita jaga bersama keutuhan dan kesatuan negara kita. Jangan sampai ada yang dapat menghancurkan kesatuan Negara kita

Hal yang harus diingat yaitu dasar pijakan sebagai ideologi dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara yang telah tercakup dalam nilai-nilai Pancasila.

Sebagai generus penerus bangsa, kita wajib merawat, menjaga serta meneguhkan komitmen untuk mendalami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar dalam menjalani aktivitas keseharian.

Masuknya pengaruh propaganda dari luar yang membawa nilai-nilai bertentangan dengan nilai Pancasila, tetap harus selalu diwaspadai agar kehidupan berbangsa dan bernegara tetap kondusif.

Demikian pula proses perkembangan demokrasi, sejak reformasi hingga saat ini masih cenderung belum menampakkan citranya. Di kalangan partai politik, organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, dan lainnya masih menampakkan konfliknya.

Ketua PMPTA (Yudi), menyerukan bahwa
kepada semua elemen masyarakat Jawa Barat khususnya Bogor, agar mengambil sikap dan menyerukan untuk tidak terikut dalam merespon secara tidak proporsional terkait adanya pihak-pihak yang ingin memperkeruh situasi dan kondisi pasca Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI.

Meminta kepada pihak Polri baik di pusat hingga daerah, untuk tidak memberikan izin keramaian atau aksi menyuarakan aspirasi yang mengatasnamakan kelompok maupun golongan tertentu pasca pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI. Hal tersebut dikarenakan dapat mengganggu stabilitas keamanan nasional, karena dikhawatirkan ditunggangi oleh oknum atau kelompok radikal bahkan kelompok teror yang berpotensi memanfaatkan momentum tersebut dengan mengangkat berbagai isu negatif nasional sehingga menimbulkan chaos.

Mendukung Bapak Joko Widodo dan Ma’ruf Amin, Presiden dan Wakil Presiden RI 2019 sampai dengan 2024 dalam menjalankan segala peraturan perundangan-undangan dengan seluruh-lurusnya, serta segala program yang telah direncanakan.

Memegang teguh UUD Tahun 1945 dan Pancasila serta berbakti kepada nusa dan bangsa.

Kami rakyat Indonesia yang tergabung dalam Persatuan Masyarakat Pembela Tanah Air (PMPTA) menyerukan agar bersama dapat menjaga situasi dan kondisi yang sudah kondusif di Indonesia dan tidak terprovokasi atas isu negatif yang berkembang.

Din/Red

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *