Leasing Dilarang Tarik Paksa Kendaraan, Inilah Hal Yang Perlu Dicermati Menjadi Nasabah

topbogor.com, Memiliki kendaraan tentunya akan lebih memudahkan anda dalam menjalankan berbagai urusan. Ketika anda membeli kendaraan secara kredit melalui perantara perusahaan leasing, tentu anda harus sudah siap dengan segala konsekuensinya. Membeli secara kredit melalui leasing memang mengharuskan anda membayar angsuran dan cicilan setiap bulannya.

Jika anda adalah salah satu orang yang takut dan khawatir dengan adanya kejadian pengambilan paksa kendaraan oleh debt collector ini, maka saat ini anda bisa bernafas dengan lega.

Jangan takut, ada aturannya, kalau motor ataupun mobil anda lagi nunggak bayar kreditnya, dan pihak dealer, leasing ataupun Finance tak boleh tarik secara paksa, sebab itu melanggar hukum. Dan ada syaratnya kalau kendaraan mau ditarik.

Berikut beberapa hal yang harus dipahami nasabah mengenai prosedur penarikan kendaraan bermotor dari debitur oleh perusahaan pembiayaan :

1. Nasabah perlu memastikan bahwa proses eksekusi benda jaminan fidusia telah sesuai dengan prosedur yang diatur dalam perjanjian pembiayaan, termasuk mengenai tahapan pemberian surat peringatan kepada nasabah.

2. Petugas yang melakukan eksekusi benda jaminan fidusia merupakan pegawai perusahaan pembiayaan atau pegawai alih daya perusahaan pembiayaan yang memiliki surat tugas untuk melakukan eksekusi benda jaminan fidusia.

3. Petugas yang melakukan eksekusi benda jaminan fidusia membawa sertifikat jaminan fidusia.

4. Proses penjualan barang hasil eksekusi benda jaminan fidusia harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan mengenai jaminan fidusia.

5. Motor ataupun mobil sudah dibayar kreditnya serta bayar angsurannya, maka nasabah juga punya hak atas motor ataupun mobil tersebut sebagaimana dijelaskan oleh Bank Indonesia (BI) dalam Surat Edaran BI No 15/40/DKMP tanggal 23 September 2013 yang mengatur bahwa syarat uang muka Down Payment (DP) kendaraan bermotor melalui bank minimal 25% untuk kendaraan roda dua dan 30% untuk kendaraan roda tiga atau lebih untuk tujuan non produktif. Serta 20% untuk kendaraan roda tiga atau lebih untuk keperluan produktif. Itu tandanya pihak dealer tidak boleh tarik secara paksa karena kendaraan itu punya nasabah juga.

6. Kalau mau ditarik paksa, nasabah bisa kasih tahu ke dealer tentang Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.130/PMK.010/2012, tentang pendaftaran lelang Fidusia bagi perusahaan pembiayaan yang dikeluarkan tanggal 7 Oktober 2012.

7. Debt collector yang bersikap seperti “preman-preman” gitu yang datang ke rumah paksa tarik kendaraan anda, debt collector tersebut bisa kena ancaman hukuman penjara. Karena tercantum dalam pasal 368, pasal 365 KUHP ayat (2), (3) dan junto pasal 335 yang berbunyi, ” Tindakan leasing oleh debt collector/mata elang yang mengambil secara paksa kendaraan di rumah, merupakan tindak pidana pencurian”. Jika pengambilan dilakukan di jalan, merupakan pidana perampasan. Anda bisa membicarakan secara baik-baik bahwa belum ada uang untuk membayarnya.

Fidusia adalah pengalihan hak kepemilikan sebuah benda dimana hak kepemilikannya masih dalam kekuasaan pemilik benda tersebut. Contohnya, Anda melakukan kredit mobil ataupun motor. Kemudian pihak pemberi kredit akan membeli ke dealer. Maka, mobil ataupun motor tersebut adalah milik pemberi kredit dan hak miliknya dialihkan kepada anda.

Anda sebagai nasabah membayar biaya jaminan fidusia tersebut, jadi sebenarnya setiap pihak leasing wajib mendaftarkan setiap transaksi kredit di depan notaris atas perjanjian fidusia ini. Namun apa yang terjadi? Kita hampir tidak pernah mendengar kata “fidusia” ini dan konsumen sangat asing sekali dengan kata ini.

Jadi alur yang sebenarnya adalah nasabah ke pihak leasing lalu ke notaris yang membuat perjanjian fidusia sebagaimana pengertian di atas sebelum kendaraan di tangan konsumen. Maksudnya, perjanjian fidusia ini melindungi aset konsumen, leasing tidak bisa serta merta menarik kendaraan yang gagal bayar atau menunggak karena dengan perjanjian fidusia, alur yang seharusnya terjadi adalah pihak leasing melaporkan ke Pengadilan.

Artinya, kasus nasabah (konsumen) akan disidangkan dan pengadilan akan mengeluarkan surat keputusan untuk menyita kendaraan. Dengan demikian, kendaraan konsumen akan dilelang oleh Pengadilan dan uang hasil penjualan kendaraan melalui lelang tersebut akan digunakan untuk membayar utang kredit ke perusahaan leasing, lalu uang sisanya akan diberikan kepada konsumen.

Disarankan jika kendaraan akan ditarik leasing, mintalah surat perjanjian fedusia terlebih dahulu. Jika tidak ada, maka jangan memperbolehkan kendaraan dibawa.

Jika para penagih hutang berusaha merampas barang cicilan (mobil/motor) anda, tolak dan pertahankan barang tetap ditangan anda. Sampaikan kepada mereka jika tindakan yang dilakukan adalah kejahatan. Dalam KUHP jelas disebutkan yang berhak untuk mengeksekusi adalah Pengadilan.

Bagi para konsumen, disarankan untuk menanyakan soal fidusia ini kepada leasing dan pastikan bahwa jaminan telah didaftarkan. Menurut Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2011, satu-satunya pihak yang berhak menarik kendaraan kredit bermasalah adalah Kepolisian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish