Leuwisadeng.Topbogor.com.
Pungsi media adalah sebagai sarana untuk edukasi masyarakat agar menjadi pintar dan dapat berguna untuk dirinya serta lingkungan disekelilingnya tapi harus pula memiliki para awak medianya atau yang selalu disebut Wartawan yang profesional dan tidak memberitakan sepihak atau menerbitkan tulisan hanya menurut kemarahan sendiri dan tidak juga terkesan asal jadi.

Seperti dikatakan Sekdes cibeber satu kecamatan leuwi liang merasa tidak nyaman terhadap oknum wartawan yang disalah satu media yang marah-marah kepada sekdes ketika konfirmasi tentang pembangunan tebing penahan tanah (TPT) maka sang sekdes menjawab pembangunan itu dikerjakan oleh PJS desa pada tahun 2019 bukan kades sekarang tapi oknum wartawan tersebut marah karena tidak percaya.

Ditempat terpisah juga dialami oleh Sekdes sadengkolot oknum wartawan tersebut marah- marah dikantor Desa sadeng kolot dikarenakan Yudi sang oknum wartawan tersebut miminta uang 1.5 juta untuk kepintingan redaksi Tetapi tidak disanggupi oleh pihak desa , maka pihak desa sadeng kolot minta mediasi pada topbogor tapi sekali lagi oknum tersebut tetap ngotot tidak mau dimediasi dan berkata “ini lembaga saya dan bukan urusan lembaga kalian” akhirnya topbogor pun lepas tangan dan mundur.

Sehari berselang sesudah itu banyak kabar dari desa lain dan maupun dari para awak media Bogor barat bahwa ulah yudi sang oknum tersebut sudah mencoreng. dan merusak citra profesi wartawan karena suka meresahkan Desa dan juga tidak ada pergaulannya pada sesama awak media. hal itu juga dibenarkan oleh ketua Lsm LHI EDDY yang menerima laporan atas ulah oknum tersebut.
Selaku rekan sesama media, topbogor ingin membantu untuk menjernihkan masalah baik sesama media yang lain maupun desa dikarenakan ulahnya dan mencoba menghubungi Yudi lewat telefon seluler tapi tidak aktiv.

(Bohari)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish