Bogor, TB – Berawal dari satu masyarakat yang merasa kebingungan karna listrik rumah nya mati maka tercium pula ada nya indikasi dugaan pungli yang dilakukan oleh Pegawai PLN terhadap konsumen atau masyarakat, (13/05/2019).

Kasminah seorang janda ber anak dua juga selaku korban yang beralamat Kp. Baru Rt, 04/02 Desa, Singabangsa Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, mengaku bahwa dirinya sempat di mintai pertanggung jawaban atas tindakan pencurian listrik sebesar 5 jt. Dengan muka kebingungan karna saya tidak merasa nyuri dan karna keterbatasan ekonomi juga maka nya saya tidak memberi nya uang namun petugas PLN itu mengatakan “jika ibu tidak bayar sekarang maka silahkan ibu datang ke kantor pusat yang beralamat di jalan Raya Jasinga namun sebelum nya saya mau minta uang minimal untuk ganti bensin sebesar 500 ribu” ucap kasminah kepada awak media. Topbogor.com.

Saya hanya punya uang 200 ribu pak kalo bapa mau silahkan ambil itupun sebenar nya untuk beli beras pak, namun sang petugas pemeriksa tersebut tetap meminta tambah lagi dengan gaya nya yang sedikit memaksa, saya kasih uang itu aja sampe nangis – nangis karna uang cuman segitu – gitu nya, tambah kasminah.

Dikonfirmasi kepada petugas PLN pusat yang beralamat di jln raya jasinga, bahwa ia menyangkal keras adanya pungli di wilayah nya karna dari pihak PLN sendiri tidak menganjurkan untuk meminta uang bensin atau pun ganti rugi yang lain nya, adapun pihak kami di lapangan meminta uang berapa pun jumlah nya misal 1 jt. Itupun untuk pembayaran Dp atau uang muka di awal dan sisa denda nya di cicil beberapa bulan kedepan, ucap Robi selaku petugas layanan PLN jasinga.

Selain itu kasminah juga berprofesi sebagai Jurnalis di media Sorot Desa, sungguh ironis dibalik kelemahan seorang janda justru dimanfaat kan oleh oknum – oknum yang tidak bertanggung jawab, bagai mana jadi nya jika kejadian ini terjadi pada masyarakat biasa,

Apabila oknum PLN melakukan atau terbukti pungli bisa dipidanakan. Rujukannya UU No 31/1999 jo UU No 21/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). “Bisa juga dijerat pasal 368 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal 9 bulan.

(Jajang / Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish
en_USEnglish