Polri Siapkan Diri Antisipasi Bencana Alam di Puncak Musim Penghujan Awal 2021

Jakarta- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mulai menyiapkan sejumlah langkah yang bersifat antisipasi curah hujan fenomena La Nina yang dapat menyebabkan bencana wilayah di Indonesia.

Untuk itu, Polri menerbitkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST / 3147 / XI / Ops.2.1. / 2020 yang ditandatangani atas nama Kapolri oleh Kabaharkam Polri, Komjen Pol Agus Andrianto, selaku Kaopspus Aman Nusa II-2020, pada tanggal 5 November 2020.

Surat Telegram yang didasarkan pada hasil rapat melalui Vidcon pimpinan Wakapolri 4 November 2020 tentang antisipasi bencana alam dan Pilkada Serentak 2020 itu memberikan informasi kepada seluruh Kapolda agar mulai menyiapkan sejumlah langkah antisipatif, seperti koordinasi, simulasi, hingga sosialisasi.

Komjen Pol Agus Andrianto menjelaskan, dalam Surat Telegram itu diinformasikan bahwa bulan Oktober sampai dengan November merupakan awal musim hujan yang peningkatan akumulasi curah hujan akibat La Nina dan diprediksi puncak musim penghujan akan berlangsung pada bulan Januari sampai dengan Februari 2021. “Di mana hal tersebut menjadi pemicu bencana bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor, “katanya.

Berkaitan dengan itu, para Kapolda diperintahkan untuk:

1. koordinasi, kolaborasi, dan komunikasi dengan Pemda, TNI, BPBD, serta pemangku kepentingan lainnya untuk memetakan daerah rawan bencana serta manajemen Renpam, Renkon mengacu pada struktur penanggulangan bencana (disaster management), Rengar, Posko-posko bencana, serta melaksanakan tactical floor game (TFG) terkait dengan penanggulangan bencana alam termasuk penampungan bencana alam dan dapur umum.

2. Melaksanakan penanganan bencana bersinergi dengan TNI, Pemda, BPBD, dan pemangku kepentingan lainnya (dalam pelaksanaan dipimpin oleh gubernur untuk tingkat provinsi, walikota untuk tingkat kota, dan bupati untuk tingkat kabupaten).

3. personel dan Sarpras guna antisipasi, evakuasi dan memberikan pertolongan kepada korban bencana alam (sebagai contoh pengadaan mobil patroli dengan peralatan untuk mengevakuasi korban banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang).

4. Melaksanakan sosialisasi dan bimbingan secara intensif dan masif kepada masyarakat yang terkait dengan bencana alam, simulasi dalam menghadapi bencana, dan pertolongan pada setiap korban bencana alam agar masyarakat mampu melaksanakan evakuasi mandiri.

“Surat Telegram ini bersifat perintah untuk dilaksanakan,” tegas Komjen Pol Agus Andrianto. (Andri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish