potret Kemiskinan Warga Desa Sukaluyu

Topbogor.com.Bogor.Kesenjengan sosial diwilayah Desa Sukaluyu kecamatan Nanggung sangat jelas terlihat karena ada yang memiliki rumah yang terkesan mewah tapi ada juga memiliki rumah yang sangat tidak layak dihuni oleh dikarenakan ketidakmampuannya padahal kalau dilihat pengabdiannya terhadap masyarakat setempat tidak dapat dibantah lagi.

Sebut saja ustadz Abidin warga kampung legok jambu Desa suka luyu profesinya seorang guru ngaji anak -anak di Musholah dekat tempat tinggalnya dengan tanpa gaji alias secara sukarela kalaupun ada dia dapat cuma sekedar sumbangan dari warga yang anaknya dididik oleh ustadz Abidin, untuk mencukupi kebutuhan keluarganya tidak jarang sang ustadz jadi kuli tani dan juga mencari rumput untuk kambing peliharaanya itupun milik orang lain yang hasilnya dibagi dua.

Disamping itu istrinya Wawat seorang kader kesehatan di Desa. sukaluyu Dengan Honor menurutnya konfirmasi be berapa hari yang lalu cuma Rp100/ triwulan saja tapi semua itu tidak jadi halangan baginya untuk mengabdi pada masyarakat tapi yang anehnya kenapa Abidin seorang ustadz dengan tujuan membantu desanya untuk mencerdaskan anak-anak dikampungnya serta istri seorang kader dengan tujuan yang sama tapi nasibnya seakan tidak pernah dilirik oleh pemerintah Desanya sendiri.

Dengan rumah berukuran 4×5 dari bilik bambu sangatlah tidak pantas untuk di huni seorang guru ngaji yang sepanjang hidupnya menjadi abdi masyarakat dan seharusnya pemerintah Desa sukaluyu kecĂ matan segerakan program perbĂ ikan rumah tidak layak huni (Rtlh) untuknya atau dengan cara lain karena dengan cara itulah seakan pengabdiannya dihargai

(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *