Proyek Pembangunan Bendungan Damparit Diduga Tidak Sesuai Standar

Nanggung, topbogor.com – Proyek bendungan Damparit yang mengairi lahan persawahan warga di kampung Jeruk RT 04/03, desa Sukaluyu, kecamatan Nanggung, kabupaten Bogor, diduga tidak sesuai prosedur, pasalnya bahan material yang digunakan pun bukan pasir pasang melaikan teras bercampur tanah, bahkan pekerjapun tidak menggunakan, pengamanan keselamatan kerja (P3K) seperti sepatu AV, rompi, dan helm pengaman kepala, serta papan kegiatanpun tidak ada di tempat, dan yang lebih parah lagi batu pasang yang digunakanpun mengambil ditempat tersebut bukan dikirim dari material, harusnya bahan material yang digunakan itu harus sesuai setandar agar bangunan tersebut kuat dan kokoh.

Mihad selaku ketua kelompok tani Lamping ketika di konfirmasi awak media pada hari selasa, 03/11/2020, menjaskan.

“Kita manfaatkan yang ada karena bendungannya seperti ini, kalau kita ngambil batu dan pasir dari material otomatis dibangunnya lama karena jauh, untuk material dari masyarakat kita beli perkarung 8ribu, itu teras murni justru kalau pake pasir yang ada disini kekuatannya kurang,Untuk dananya (114000.000.00) dipotong pajak, dana tersebut untuk beli bahan material dan upah para pekerja, untuk pekerja itu murni lokal, bendungan DAMPARIT ini pungsinya untuk mengairi persawahan kurang lebih ada(40)hektor(HA).
Ini namanya sungai corogol,” kata Mihad

Selaras dengan itu Aben, lembaga sosial masyarakat (LSM-LHI) yang monitoring ditempat tersebut mengatakan.’

“Saya disini monitoring, dan kebetulan saya juga punya lahan sawah disini. Harapan saya dengan di bangunya bendungan ini,lahan petani bisa subur. sebelumnya pengairan sudah mengalir cuman masih banyak sawah warga yang kekeringan,” ujarnya.

Rahman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish