Shalat Hajat Dan Doa Bersama Untuk Korban Sadisnya Jalur Maut Tambang Provinsi Jawa Barat

Shalat Hajat Dan Doa Bersama Untuk Korban Sadisnya Jalur Maut Tambang Provinsi Jawa Barat

Masyarakat Parungpanjang dan siswa /I Bina Putra Mandiri mengadakan Shalat Hajat Dan Doa Bersama atas meninggalnya Adinda Dita Amelia yang merupakan korban Jiwa Terlindas Mobil Tronton pada hari minggu 21 Oktober 2018, di Jalur Maut Tambang Provinsi Jawa Barat, acara doa bersama ini dilakukan di Lapangan Kecamatan Parungpanjang Kabupaten Bogor pada Selasa 23 Oktober 2018 tepat nya pukul 08.00 wib.

Kecelakaan ini sangat membuat benturan keras dan terngiangan yang sangat kencang bahwa begitu sadisnya Jalur Maut Tambang Jawa Barat, tertambah lagi menurut info yang kami himpun Pelaku supir tronton masih dibawah umur yang jelas tidak diperbolehkan untuk mengendarai mobil tronton.

“Doa bersama yang kami lakukan adalah bentuk duka yang amat mendalam kami terhadap Dita Amelia yang salah satu Kakak alumni kami SMK Bina Putra Mandiri angkatan ke-7, Kami melaksanakan Doa Dan Shalat hajat bersama bertujuan untuk mengenang korban yang meninggal akibat kecelakaan di sepanjang Jalur Maut Tambang Provinsi Jawa Barat. Dan meminta jawaban kepada Allah SWT sang pencipta agar diberikan solusi yang pasti ujar salah satu siwa.

“Acara tersebut sangat bagus, karena memberikan dampak positif bagi masyarakat parungpanjang terutama kepada keluarga korban kecelakaan yang selama ini tidak tahu harus bagaimana mengungkapkan rasa sedih, dan berduka. Acara ini juga dapat membangkitkan rasa peduli kepada para korban dan keluarga yang menjadi korban kecelakaan di Jalur Maut Tambang Provinsi Jawa Barat, bagaimanapun duka mereka adalah duka kami juga”.

“Harapan kami semua semoga warga parungpanjang dan sekitarnya dapat dilindungi oleh Tuhan yang maha esa dan tidak ada lagi korban jiwa akibat kecelakaan yang sebetulnya dapat di antisipasi oleh banyak lapisan masyarakat dan pemerintah serta kami juga berharap agar parungpanjang dan sekitarnya bisa menjadi lebih aman dan menjadi kawasan atau wilayah yang sehat dan bebas polusi”.

“Dan tidak ada lagi satu persatu korban berjatuhan akibat kelalaian kita sebagai manusia, doa kami menyertaimu kakak alumni, sudah tidak ada lagi sapaan dan senyuman saat kita bertatap muka, semoga tempat terindah buat mu”, Begitu Perkataan Siswa BPM Fahmi Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak, yang duduk di kelas X11 saat diwawancarai wartawan di lapangan”.

(Jajang/Hari/Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish