BPUM di desa harkat jaya dipotong sampai Rp 500 ribu, ini kata relawan UMKM

 

SUKAJAYA, topbogor.com – ratusan penerima banpres produktif Usaha Mikro (BPUM) di Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, mengaku dipotong oleh SM (inisial) yang mengaku sebagai relawan usaha, mikro, kecil dan menengah ( UMKM ).

Salahsatu warga yang tidak mau ditulis namanya menceritakan perihal pemotongan BPUM.

“kalo dari bank BRI uang yang saya terima utuh Rp 2,4 juta. saya hanya mengikuti yang lainnya, yang lain dipotong Rp 500 ribu ya saya juga dipotong Rp 500 ribu. Kalau mau Lebih jelas silahkan tanya langsung ke pak RT itu rumah nya tidak jauh,” ungkap warga kampung kebon nanas RT 02/05 kepada topbogor.com sabtu (19/12/20).

Setelah mendapat keterangan dari warga, topbogor.com langsung mendatangi kantor desa harkat jaya. Ade, sekertaris desa mengatakan kalau kepala desa sedang berada dikecamatan. Akhirnya Ade pun bersedia dikonfirmasi terkait warganya yang menjadi korban pemotongan BPUM.

“Kalau dipotong itu harus jelas untuk apa ? Karna pihak desa tidak mengetahui sama sekali terkait hal itu. Saya kemarin sempat baca rilisan berita dari rekan media di WA saya, disitu tertulis ada nama perangkat desa yang memotong, sedangkan saya enggak tau perangkat desa yang mana? jadi dari pihak desa tidak ada yang tahu tentang pemotongan bantuan UMKM, bahkan desa tidak punya data sipenerima bantuan UMKM, karna program ini langsung dari pusat dan tidak melibatan desa, desa hanya membantu pelayanan pembuatan surat keterangan usaha,” Katanya.

Ade juga tidak tahu apakah potongan itu atas dasar keikhlasan dari warga atau keterpaksaan.

“Ya maksudnya potongan itu atas persetujuan warga apa keterpaksaan ? kalau keterpaksaan boleh dipertanyakan kepada pihak yang memotong, makanya saya akan menelenusuri ke RT/RW untuk mencari tau kebenarnya, apa itu suruhan apa gimana kan harus ada penjelasanya dan kami tidak mau ambil tidakan begitu saja tanpa bukti, Maka dari itu saya nanti kalau sudah beres pilkades saya akan minta data warga yang mengajukan UMKM.” Jelasnya.

gonjang ganjing perihal pemotongan BPUM pun terjawab, ditemui dikediamanya SM yang mengaku sebagai relawan UMKM mengakui hal itu.

“kita merasa peduli karena kecamatan sukajaya ini daerah tertinggal dan bekas kena bencana, kalau kita jiwa pejuang boleh dong kita memperjuangkan masyarakat yang minim pengetahuan yang berbasis technologi karena kecamatan sukajaya wilayah tertinggal. Kita bersama team berangkat bawa perut pulang bawa perut, semua Tidak ada bahasa pemotongan tapi berbicara kebijakan dan keikhlasan dengan disama ratakan saya ambil ada yang Rp 300 , 400 dan Rp 500 ribu,” akunya.

SM berkilah bahwa uang dari hasil pemotongan tersebut bukan untuk kepentingan pribadi.

“Pertama untuk pembentukan forum UMKM kecamatan sukajaya, kedua saya membuka pasar huntara dengan membuat lapak lapak itu anggaran nya ngambil dari situ, ketiga untuk gerakan sosial, bisa dilihat itu dibelakang desa ada bangunan runtuh itu saya yang bangun hasil patungan, boleh kali saya lakukan itu demi kebaikan Dan penerimapun tidak ada yang komplain, meraka merasa ikhlas dan ridho karena mereka merasa terbantu, kalaupun mau di tes dengan dipanggilnya para penerima untuk mengucapkan rasa terima kasih saya siap,”kilahnya.

SM mengklaim bahwa cairnya UMKM di sukajaya atas perjuanganya.

“Untuk saat ini di kecamatan sukajaya saya yang koordinir, tapi tidak semua, untuk sekarang ada sekitar dua ratus penerima. saya bergerak di UMKM ini hanya sekedar bentuk kepedulian saya pribadi, kalau saya tidak perjuangkan di sukajaya ini tidak akan ada yang menerima bantuan UMKM,”ujarnya.

SM menolak bila hal itu disebut potongan

“Intinya saya tidak memotong tapi ini atas dasar dari kebijakan, keikhlasan, keridhoan dari para penerima. Saya melangkah untuk sosialisasi sudah dapat ijin dari pak camat rosidi, akan tetapi ketika pencairan pak camat tidak mengetahui.”pungkasnya.

(Rahman)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish