NANGGUNG, topbogor.com – bantuan langsung tunai dana desa (BLT-DD) tahap ke tiga kembali disalurkan pemerintah desa malasari kepada 500 keluarga penerima manfaat (KPM) diaula kantor desa malasari, kecamatan nanggung, kabupaten bogor, kamis (24/12/2020 ).

Sarnah, Salah satu warga penerima manfaat mengaku sangat bersyukur dan terbantu dengan adanya bantuan langsung dana desa, “Alhamdulilah saya mendapat bantuan BLT-DD sebesar Rp 900 ribu, buat saya bantuan ini sangat bermanfaat. Terima kasih kepada pemerintah yang sudah perduli kepada kami rakyat kecil karna kami bisa menyambung hidup dengan bantuan ini. ” Ujarnya.

Di tempat yang sama, kepala desa malasari Andi zaelani firdaos kepada topbogor.com mengatakan, pembagian BLT-DD kali ini diberikan kepada 500 KPM dengan nominal Rp 300 ribu perbulanya serta dalam penyaluranya sudah sesuai protokol kesahatan (PROTKES).

“hari ini pemdes malasari membagikan BLT-DD tahap ke 3 dan Alhamdulilah dalam penyaluranya Berjalan lancar. warga menerima haknya dengan nominal sebesar Rp 900 ribu per KPM untuk tiga bulan sekaligus. dalam penyaluranya warga diwajibkan untuk memakai masker dan mencui tangan serta menggunakan hand sanitizer yang sudah sediakan, “kata kades.

Andi  menghimbau dan menegaskan kepada warganya agar bantuan tersebut dapat digunakan sebaik mungkin serta selalu menjaga pola sehat di masa pandemi copid-19.

“kepada warga saya menghimbau dan menegaskan agar menggunakan uang bantuan tersebut untuk digunakan sebaik mungkin, karena pandemi COVID-19 masih belom tau sampai kapan berakhinya, dan yang paling penting adalah untuk selalu menjaga dan melaksanakan pola hidup sehat sesuai protokol kesehatan agar terhindar dari wabah copid-19 ini , “tegasnya.

Andi berharap pandemi copid-19 ini segera berakhir, sehingga desa bisa kembali membangun infrastruktur dengan menggunakan anggaran dana desa.

“pandemi covid-19 yang masih berlanjut, dan dampaknya sungguh sangat terasa, sehingga anggaran dana desa tahap ketiga ini masih digunakan untuk BLT-DD. semoga copid-19 segera berakhir sehingga desa bisa membangun kembali infrastruktur yang memang sangat dibutuhkan warga.” Pungkasnya.

(AC)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish